Silakan Bagikan ke Teman-teman

Studi lanjut ke perguruan tinggi perlu direncanakan dengan baik. Perencanaan ini penting agar memastikan kesiapan diri, termasuk keilmuan, kondisi finansial, dan geografis. Dengan persiapan yang matang, calon mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang dibidanginya sebagai tonggak peradaban bangsa di masa depan.

Salah satu visi Indonesia ke depan adalah menjadikan Indonesia Emas 2045 dengan 4 pilar utama, yakni 1) Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan; 3) Pemerataan Pembangunan; 4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Visi tersebut mutlak membutuhkan sumber daya manusia yang terampil baik secara pengetahuan maupun secara sosial. Dengan demikian, anak-anak bangsa harus didorong untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, karena menjadi kebutuhan yang tak dapat ditawar. Hal ini secara otomatis menganulir pernyataan Sekretaris Direktorat Jenderal Dikti Tjitjik Sri Tjahjandarie yang sempat menyatakan bahwa kuliah adalah kebutuhan tersier alias tidak wajib.

Pernyataan tersebut jelas bertolak belakang dengan semangat UUD 1995 yang pada Alinea keempat telah dinyatakan bahwa Pemerintah Negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengingat era globalisasi dan pasar bebas saat ini, kemampuan anak bangsa harus terus menerus ditingkatkan melalui pendidikan, karena dengan cara itulah bangsa Indonesia akan sampai pada kemakmuran.

Persoalannya saat ini berdasarkan hasil survei pada beberapa tahun belakangan, banyak di kalangan lulusan MA, SMA, SMK dan Pesantren di daerah tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terkendala oleh faktor ekonomi, belum lagi biaya hidup ketika berkuliah yang harus dicukupi. Tidak hanya di situ, sebagian besar para orang tua tidak mengizinkan anak-anaknya melanjutkan kuliah karena harus meninggalkan rumah, sementara orang tua membutuhkan mereka untuk mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Pada sebagian orang tua dan mereka yang akan berkuliah muncul perasaan dilema. Khususnya pada persoalan budaya dan gaya hidup perkotaan. Bercermin pada pengalaman mahasiswa yang kuliah di kota-kota besar, tidak jarang ditemukan mahasiswa yang gagal kuliah karena terjerumus pada pergaulan bebas dan asyik menikmati gemerlapnya kehidupan kota hingga lupa menyelesaikan kuliah. Persoalan ini menjadi krusial sebab banyak di antara mereka yang terjerumus dalam dosa tersebut padahal mereka berasal dari daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya. Bagi sebagian besar orang tua, hal tersebut menjadi suatu persoalan medasar di tengah kebutuhan dan tuntutan pendidikan tinggi yang harus dimiliki setiap anak agar mampu bersaing di dunia kerja pada masa mendatang.

Di Mandailing Natal, kehadiran Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN MADINA) telah menjadi jawaban atas segala keresahan dan dilema yang dialami masyarakat Mandailing Natal. Pendirian STAIN MADINA ini sempat mengejutkan banyak pihak di Mandailing Natal. Para guru di berbagai sekolah banyak mengungkapkan bahwa kehadiran STAIN MADINA tak disangka-sangka, karena diperkirakan sulit untuk mendirikan kampus negeri di wilayah Mandailing, namun hal tersebut terwujud berkat doa dan ikhtiar yang senantiasa dilakukan para tokoh.

Kyai di berbagai pondok pesantren besar di Mandailing Natal pun menuturkan bahwa kehadiran STAIN MADINA adalah suatu anugrah besar bagi masyarakat Mandailing Natal khususnya bagi para lulusan sekolah yang akan berkuliah. Sebab ilmu agama yang selama ini dipelajari di pesantren dapat dikembangkan melalui jurusan yang disediakan di STAIN MADINA.

Senada dengan itu, budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengatakan bahwa STAIN MADINA merupakan harapan masyarakat Mandailing dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang selama ini dimiliki peradaban Mandailing. Baik ilmu agama, sosial dan tidak terkecuali ilmu budaya.

Sebagai PTAIN di bawah Kementerian Agama RI, STAIN MADINA memiliki prestise yang tak dapat dipandang sebelah mata. Hal-hal berikut ini dapat menjadi alasan kenapa masyarakat Mandailing Natal harus memilih kuliah di STAIN MADINA.

Pertama, sejak dinegerikan pada tahun 2018, STAIN MADINA melakukan transformasi baik secara sistem pengelolaan dan sistem pembelajaran. Perubahan pengelolaan pendidikan tinggi dari swasta ke negeri menjadi salah satu pilihan terkuat bagi mahasiswa Indonesia. Dengan status negeri, maka banyak subsidi yang akan diberikan pemerintah baik kepada perguruan tinggi begitu juga kepada para mahasiswanya. Hal ini tentu mengurangi biaya yang akan dikeluarkan oleh orang tua, dibandingkan biaya di perguruan tinggi swasta. Kemudian, seiring dengan penegeriannya, budaya belajar disesuaikan dengan kurikulum yang dirancang pemerintah dan perguruan tinggi dengan mempersiapkan para lulusannya siap bekerja di lembaga pemerintahan dan industri yang ada.

Kedua, pada tahun 2019 hingga 2024 ini STAIN MADINA telah memiliki tidak kurang dari 200-an dosen yang di dalamnya bergelar profesor dan doktor serta tenaga kependidikan yang terampil. Dosen-dosen muda yang energik dan berpengalaman jebolan dari kampus-kampus besar Indonesia dan luar negeri telah memberikan pengalaman belajar yang sangat baik bagi mahasiswa. Berbagai prestasi telah diraih STAIN MADINA. Melalui bimbingan para dosen profesional, para mahasiswanya tidak pernah absen mengikuti berbagai kompetisi bersaing di tingkat nasional dan internasional. Hal ini menjadi komitmen para pimpinan dan seluruh civitas akademika di dalamnya untuk mengantarkan para mahasiswa STAIN MADINA unggul di kancah regional dan global.

Ketiga, program studi yang tersedia di STAIN MADINA sangat merepresentasikan kebutuhan tenaga kerja nasional. Sebanyak 20 program studi telah berjalan dan menjadi tawaran bergengsi bagi calon mahasiswa. Jika diklasifikasi pada fakultas, program studi tersebut terdiri dari; Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terdapat pilihan program studi 1) Pendidikan Agama Islam; 2) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); 3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI); 4) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD); 5) Pendidikan Bahasa Arab (PBA); 6) Tadris Bahasa Inggris; 7) Tadris IPA; 8) Tadris Biologi; 9) Tadris Matematika.

Pada Fakultas Syariah terdapat tiga program studi yaitu; 1) Hukum Keluarga Islam (HKI); 2) Hukum Ekonomi Syariah (HES); 3) Hukum Pidana Islam (HPI). Pada Fakultas Ekonomi Bisnis Islam terdapat tiga prodi yaitu; 1) Perbankan Syariah (PS); 2) Manajemen Bisnis Syariah (MBS); 3) Ekonomi Syariah (ES). Dan pada Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah terdapat lima prodi yaitu; 1) Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT); 2) Ilmu Hadis (IH); 3) Bahasa dan Sastra Arab (BSA); 4) Manajemen Dakwah (MD); 5) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Keempat, sebagai sarana untuk menyalurkan bakat dan minat mahasiswa, STAIN MADINA memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang terdiri dari UKK Pramuka, UKM Potret dan Fotografi, UKM Seni dan Budaya, UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), UKK (Kelompok Studi Ekonomi Islam) dan UKM Olahraga. Melalui UKM dan UKK tersebut banyak mengantarkan mahasiswa dikenal masyarakat luas karena prestasi dan kontribusinya dalam mengabdikan dirinya sebagai anak bangsa yang berpendidikan.

Kelima, tersedia biaya kuliah murah yang dikelompokkan melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang disesuaikan dengan pendapatan ekonomi orang tua. Berdasarkan informasi yang diperoleh rata-rata UKT yang dibayarkan mahasiswa saat ini antara 800 ribu sampai 1,5 juta rupiah. Jumlah tersebut tergolong murah dan sangat membantu ekonomi orang tua. Pasalnya dengan jumlah tersebut mahasiswa dapat menikmati proses pembelajaran dan fasilitas kampus dalam satu semester tidak kurang selama empat bulan. Di samping itu tersedia beasiswa tahfidz dan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Keenam, sebagai upaya menyediakan kampus yang megah dan modern, saat ini STAIN MADINA tengah menambah gedung perkuliahan dan gedung Student Center sebagai fasilitas pembelajaran yang menyenangkan. Diproyeksikan akan selesai paling lambat akhir tahun 2024 ini. Komitmen pimpinan STAIN MADINA adalah melakukan pengembangan kelembagaan hingga tercapai peralihan status dari STAIN menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan jika dimungkinkan akan langsung melompat menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dalam waktu dekat. Hal ini tentu akan mudah dilakukan jika pemerintah dan masyarakat memberikan dukungan.

Enam alasan pokok di atas menjadi dasar bagi para orang tua dan calon mahasiswa mengapa harus memilih kuliah di STAIN MADINA. Dengan dasar itu diharapkan anak-anak bangsa khususnya di Mandailing Natal dapat kuliah tanpa harus bersusah payah meninggalkan kampung halaman. STAIN MADINA adalah pilihan terbaik bagi mereka yang ingin meraih cita-cita dan meninggikan derajat diri dan keluarganya, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sebagai tambahan informasi, pendaftaran calon mahasiswa baru STAIN MADINA saat ini tengah dibuka melalui jalur UM-PTKIN dibuka pada 17 April sampai 15 Juni 2024. Informasi tentang penerimaan mahasiswa baru ini secara online dapat diakses melalui website resminya di https://pmb.stain-madina.ac.id/ .

 

 

By REDAKSI MADINA.WEB.ID

madina.web.id adalah media online keislaman yang menyediakan bacaan tentang isu-isu agama, pendidikan, budaya, sosial-kemasyarakatan, politik dan sebagainya. Media ini bergerak untuk mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *